Dari Limbah Jadi Berkah: Tim Pengabdian UTM Optimalkan Limbah Peternakan dan Pertanian Menjadi Pupuk Kompos ramah Lingkungan
Sebanyak 16 mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang tergabung dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah melaksanakan program pengolahan limbah peternakan dan pertanian menjadi pupuk organik ramah lingkungan bersama masyarakat Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini dilakukan oleh kelompok 07, yang diketuai oleh Ach. Ghirda Fahana (220111100172), bersama dengan anggota yang terlibat meliputi Krisna Airlangga (220111100121), Yoga Putra Aji Diwangkara (220111100259), Imadatul Fitriani (220111100214), Sefrida Inria Siregar (220111100143), Akhtob Al Ansori (220211100275), Syafa'At (220211100305), Tasima (220211100268), Mi'An (220331100101), Bari Nur Warizi (220541100006), Imelda Ayu Angelina (220541100119), Ilhan Manziz (220521100076), Amirah Azifah Ayati (220441100103), Imam Segoro (210431100063), Vemas Dwi Prayoga (220411100095), dan Doan sammuel panjaitan (220111100097). Kegiatan ini dilakukan pada hari selasa (30/12/2025).
Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Sektor pertanian di desa ini didominasi oleh budidaya tanaman jagung dan kacang, yang menjadi komoditas utama masyarakat setempat. Aktivitas pertanian tersebut menghasilkan limbah berupa kulit kacang dalam jumlah cukup besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung dibiarkan menumpuk. Melihat potensi tersebut, tim KKN berinisiatif mengolah limbah kulit kacang sebagai bahan campuran pupuk kompos organik, sehingga tidak hanya mengurangi permasalahan limbah, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan limbah pertanian yang ramah lingkungan dan mendukung kesuburan tanah.
Pengelolaan limbah kulit kacang ini dilakukan oleh tim KKN dengan cara sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Limbah kulit kacang dicampur dengan kotoran sapi, sekam padi, kapur dolomit, serta larutan EM4 dan gula merah sebagai bahan pengurai alami. Seluruh bahan kemudian diaduk hingga merata dan didiamkan selama sekitar tujuh hari agar proses fermentasi berjalan dengan baik. Melalui proses ini, limbah kulit kacang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diolah menjadi pupuk kompos organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan mendukung kegiatan pertanian warga.